Tata Cara Urus NIK Bea Cukai

Posted on Updated on

Urus NIK Bea CukaiSebelum Urus NIK Bea Cukai, pertama-tama harus paham dan  mengerti tentang pengertian NIK Bea Cukai. NIK adalah Nomor Identitas Kepabeanan, yaitu nomor identitas yang bersifat pribadi atau juga perusahaan, yang digunakan untuk mengakses atau berhubungan dengan sistem kepabeanan yang menggunakan teknologi informasi maupun secara manual.

Nah untuk mendapatkan nik itu, harus ada registrasi kepabeanan dengan pengertian kegiatan pendaftaran yang dilakukan pengguna jasa kepabeanan dan cukai (importir, eksportir, ppjk, pengusaha barang kena cukai, pengagkut, pengusaha kawasan berikat dan sejenisnya) ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan nomor identitas kepabeanan. Nik Bea Cukai ini berhubungan dengan dengan kegiatan bea cukai yang khusus untuk ekspor dan import berikut dengan semua prosedur untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

Untuk urus nik bea cukai, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi salah satu nya dengan
melakukan registrasi kepabeanan terlebih dahulu. Tujuan dilakukannya registrasi kepabeanan, antara lain :

  • Untuk mendapatkan nomor identitas kepabeanan / NIKI sebagai identitas pengguna jasa kepabeanan dan cukai
  • Agar bisa bisa memiliki akses ke sistem kepabeanan dan cukai yang disediakan untuk kegiatan
  • operasional kepabeanan dan cukai Sebagai data awal untuk profiling pengguna jasa.

Selain registrasi, ada dokumen-dokumen yang harus diserahkan dan dipenuhi untuk urus nik bea cukai agar semua operasional yang menyakut kepabeanan dapat berjalan dengan lancar. Ini juga akan melancarkan operasional perusahaan dapat berjalan baik dan tersu berkembang, karena didukung dengan proses bea cukai yang baik. Untuk jenis dokumen yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Akte Pendirian/Perobahan, NPWP, SIUP/SP BKPM, SK Kehakiman, TDP, PKP, API-U/P
  2. Domisili Kantor dan atau Pabrik.
  3. Sewa menyewa atau PBB Kantor dan atau Pabrik.
  4. Struktur Organisasi Perusahaan.
  5. KTP dan NPWP direksi dan komisaris (tercamtum di akte pendirian)
  6. Laporan Keuangan Terakhir.
  7. Rekening koran.
  8. Chart of Account.
  9. General Jurnal, General Ledger dan Subsidiary Legder (sesuai kondisi pembukuan perusahaan)
  10. Flow Chart, Manual System.
  11. Ijazah terakhir Manager Akutansi.
  12. LHP dan SKP dan Dirjen Pajak, LHA dan DJBC dan Audit KAP . Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Surat ketetapan pajak (SKP), LHA = Laporan Hasil Audit, Kantor Akuntan Publik.
  13. Contoh 1 (satu) PIB – Pemberitahuan Impor Barang (beserta Purchase Order, Invoice, P/L, B/L, serta rangkaian Bukti pembayaran T/T, Bukti Rekening Koran.
  14. Jurnal Pembelian, Jurnal Pengengeluaran kas dan buku besarnya.
  15. Jurnal Penjualan, Jurnal Penerimaan Kas dan Buku besarnya.
  16. Faktur Pajak yang diterima dan dikeluarakan.
  17. SK Fasilitas Kepabeanan (bintek, BKPM, DJBC).
  18. Rekapitulasi Import satu tahun.

Demikian artikel dengan maksud menjelaskan tata cara urus nik bea cukai, semoga dapat bermanfaat dalam membantu kelancaran dan membantu perkembangan sebauh usaha. hr

One thought on “Tata Cara Urus NIK Bea Cukai

    Drs. Darlan said:
    04/06/2014 at 4:27 pm

    Apabila anda kesulitan dalam pengurusan nik, kami sisp membantu hub ; 085270139105

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s